tutorial sejarah

Sejarah Delhi

Dalam kisah Mahabharata yang ditulis sekitar 900 tahun sebelum Masehi, tersebutlah negara Indraprastha yang didirikan oleh para Pandawa dan terletak di tepi Sungai Yamuna. Tetapi catatan otentik pertama tentang Delhi berasal dari abad kesebelas, ketika Rajput Anangpal dari Kanauja mendirikan Lal Kot sebagai ibukota, di daerah selatan Delhi sekarang, di sekitar monumen Qutab Minar. Penerus-penerus Anangpal berkuasa selama hampir satu abad sampai mereka dikalahkan Visal Deva dari Ajmer, Rajasthan. Pada abad keduabelas. Prithiviraj Chauhan mendirikan benteng Qila Rai Pithora di seputar Lal Kot. Menjelang akhir abad keduabelas, terjadi pergantian kekuasaan oleh Allauddin Khilji dari Afghanistan yang kemudian tetap memerintah dari Lal Kot sebagai ibukota. Barulah pada tahun 1303 dibangun ibukota baru, Siri, masih di wilayah selatan Delhi.

 

Pada masa dinasti Tughlaq (1320-1412) dibangunlah kota ketiga, keempat dan kelima di Delhi, yaitu Tughlaqabad, Jahanpanah dan Firozabad. Penguasa dari dinasti Mughal, Humayun membangun Dinpanah di tepi Sungai Yamuna pada abad keenambelas yang kemudian dilanjutkan oleh Sher Shah Suri dan diganti namanya menjadi Purana Qila. Di kawasan ini juga ditemukan gerabah dari masa 1000 tahun sebelum Masehi, yang memperkuat dugaan bahwa di sinilah dulu Indraprastha berdiri.

Shahjahanabad yang sekarang dikenal sebagai Old Delhi dibangun oleh Shah Jahan pada abad ketujuhbelas, yang merupakan kota ketujuh di Delhi. Di kawasan yang terletak di Delhi Utara ini dapat dijumpai peninggalan-peninggalan seperti Red Fort (Lal Qila) dan Jama Masjid.

Kota kedelapan dan terakhir di Delhi adalah yang disebut sebagai New Delhi, yang diresmikan tahun 1931. Kawasan ini dibangun tahun 1911 karena pemerintah kolonial Inggris memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Kolkatta (Calcutta). Kawasan ini didesain oleh dua orang arsitek Inggris, Sir Edwin Lutyens dan Sir Herbert Baker. New Delhi sampai saat ini menjadi ibukota India.

Monumen-monumen Kuno

 

Salah satu monumen tertua di Delhi adalah Qutab Minar. Bangunan yang mulai didirikan oleh Qutabuddin Aibak pada abad keduabelas ini baru memiliki ketinggiannya sekarang, 72,5 meter, setelah diselesaikan oleh penerusnya Iltutmush (Altamash), dan kemudian Firozshah Tughlaq pada abad keempatbelas. Menara ini adalah menara batu tertinggi di Delhi. Sempat rusak karena petir dan gempa bumi, Qutab Minar sekarang tidak dapat lagi dinaiki oleh pengunjung.

Di kompleks menara yang terletak di Mehrauli, bagian selatan Delhi ini juga terdapat reruntuhan Masjid Quwwatul Islam dan Iron Pillar. Iron Pillar merupakan bangunan dari abad keempat yang dibangun untuk memuja Dewa Wishnu oleh Raja Chandragupta II. Menara ini hampir seluruhnya terbuat dari besi dan hampir-hampir tak mengalami perubahan bentuk selama usianya yang lebih dari 1600 tahun.

Agak ke timur, masih di Mehrauli, kita dapat mengunjungi reruntuhan Tughlaqabad. Yang masih tersisa adalah reruntuhan benteng di atas bukit berbatu dan sebuah danau di selatannya, di mana di tengahnya terdapat makam Raja Ghiyazuddin Tughlaq yang membangun kota ketiga Delhi ini.

Lodhi Garden dengan luas hampir seratus hektar terletak di Lodhi Road. Taman ini sebenarnya baru disempurnakan pada tahun 1936 oleh arsitek-arsitek Inggris di sekitar bangunan-bangunan peninggalan dinasti Sayyid dan Lodhi dari abad ke-15 dan ke-16. Di tengah-tengah taman yang sangat cantik dini berdiri masjid Bara Gumbad (Kubah besar). Di utaranya terletak Sheesh Gumbad (Kubah kaca). Di taman ini juga terdapat makam Mubarak Shah dan Sikander Lodi yang keduanya berbentuk segidelapan, serta makam Ibrahim Lodhi. Athpula (Jembatan 8 Pelabuhan) dibangun pada masa Raja Akbar dari dinasti Mughal sebagai pintu masuk dari arah timur laut.

Reruntuhan Purana Qila yang juga dikenal sebagai Old Fort dan terletak di Mathura Road pun merupakan atraksi yang menarik. Tembok benteng ini memiliki tiga pintu gerbang (Bara Darwaza – pintu utama, Humayun Darwaza, dan Talaqi Darwaza) dan dikelilingi oleh parit yang dialiri air dari Sungai Yamuna. Bangunan-bangunan yang tersisa adalah Sher Mandel yang merupakan perpustakaan Raja Humayun, dan sebuah masjid dari abad keenambelas, Qila Kuhna. Tak jauh dari Old Fort sekarang terdapat kebun binatang kota Delhi.

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under tutorial

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s